Home / All Post
Wednesday, February 15, 2012
Tuesday, February 14, 2012
Overview of All Result / Hasil Keseluruhan Tim thomas Indonesia - Tim Thomas Singapura; 14 Februari 2012
badminton Thomas Uber 2012Overview of All Result
Indonesia Thomas Cup [INA] 5-0 [SIN] Singapura Thomas Cup
MS 1; Simon Santoso [INA] 1-0 [SIN] Zi Liang Derek Wong
[Score 21-9, 21-12] Duration 32 minutes
MD 1; Bona Septano/ Mohammad Ahsan [INA] 2-0 [SIN] Zhao Jiang Terry Yeo/ Liu Yi
[Score 21-14, 21-16] Duration 24 minutes
MS 2; Taufik Hidayat [INA] 3-0 [SIN] Yong Zhao Ashton Chen
[Score 21-14, 21-12] Duration 42 minutes
MD 2; Markis Kido/ Hendra Setiawan [INA] 4-0 [SIN] Yew Loong, Jonathan Tang/ H C Jeffrey Wong
[Score 21-14, 21-14] Duration 17 minutes
MS 3; Tommy Sugiarto [INA] 5-0 [SIN] Chao Huang
[Score 21-14, 21-8] Duration 28 minutes
Indonesia Thomas Cup [INA] 5-0 [SIN] Singapura Thomas Cup
MS 1; Simon Santoso [INA] 1-0 [SIN] Zi Liang Derek Wong
[Score 21-9, 21-12] Duration 32 minutes
MD 1; Bona Septano/ Mohammad Ahsan [INA] 2-0 [SIN] Zhao Jiang Terry Yeo/ Liu Yi
[Score 21-14, 21-16] Duration 24 minutes
MS 2; Taufik Hidayat [INA] 3-0 [SIN] Yong Zhao Ashton Chen
[Score 21-14, 21-12] Duration 42 minutes
MD 2; Markis Kido/ Hendra Setiawan [INA] 4-0 [SIN] Yew Loong, Jonathan Tang/ H C Jeffrey Wong
[Score 21-14, 21-14] Duration 17 minutes
MS 3; Tommy Sugiarto [INA] 5-0 [SIN] Chao Huang
[Score 21-14, 21-8] Duration 28 minutes
Monday, February 13, 2012
Match Overview dari Tim Uber Indonesia vs Tim Uber Kazakhstan untuk Esok Selasa, 14 Februari 2012
badminton uber cup 2012Ini Match Overview buat besok pagi antara
Indonesia Uber Cub [INA] - [KAZ] Kazakhstan Uber Cup

WS 1; Adrianti Firdasari [INA] - [KAZ] Veronika Sorokina
WS 2; Lindaweni Fanetri [INA] - [KAZ] Karina Suleyeva
WS 3; Belaetrix Manuputi [INA] - [KAZ] Ilyana Filipchuk
WD 1; Greysia Polii, Meiliana Jauhari [INA] - [KAZ] Veronika Sorokina, Karina Suleyeva
WD 2; Liliyana Natsir, Shendy Puspa Irawati [INA] - [KAZ] Elizaveta Yakovleva, Ilyana Filipchuk
Semoga Indonesia bisa berhasil seperti tadi...!!
source: tournamentsoftware.com
Indonesia Uber Cub [INA] - [KAZ] Kazakhstan Uber Cup
WS 1; Adrianti Firdasari [INA] - [KAZ] Veronika Sorokina
WS 2; Lindaweni Fanetri [INA] - [KAZ] Karina Suleyeva
WS 3; Belaetrix Manuputi [INA] - [KAZ] Ilyana Filipchuk
WD 1; Greysia Polii, Meiliana Jauhari [INA] - [KAZ] Veronika Sorokina, Karina Suleyeva
WD 2; Liliyana Natsir, Shendy Puspa Irawati [INA] - [KAZ] Elizaveta Yakovleva, Ilyana Filipchuk
Semoga Indonesia bisa berhasil seperti tadi...!!
source: tournamentsoftware.com
Monday, February 6, 2012
Friday, January 27, 2012
Tuesday, November 8, 2011
Sedikit Hiburan.... [jangan ditiru ya]
hiburansedikit hiburan di pagi hari
Beda Sebelum dan Sesudah Menikah
buat yang belum baca.......sorry gan klo udh pernah dimuat
Sebelum Menikah ............ .
Cowok : Akhirnya aku sudah menunggu saat ini tiba sejak lama
Cewek : Apakah kau rela kalau aku pergi ?
Cowok : Tentu Tidak!!Jangan pernah kau berpikiran seperti itu
Cewek : Apakah Kau mencintaiku ??
Cowok : Tentu !! Selamanya akan tetap begitu
Cewek : Apakah kau pernah selingkuh ??
Cowok : Tidak !! Aku tak akan pernah melakukan hal buruk itu
Cewek : Maukah kau menciumku ??
Cowok : Ya
Cewek : Sayangku.... ...
Sesudah 5 tahun nikah..... bacanya dibalik dari BAWAH ke ATAS
Senyum dikit bro...ujannya belum reda nih..
(sumber:kaskus)
Beda Sebelum dan Sesudah Menikah
buat yang belum baca.......sorry gan klo udh pernah dimuat
Sebelum Menikah ............ .
Cowok : Akhirnya aku sudah menunggu saat ini tiba sejak lama
Cewek : Apakah kau rela kalau aku pergi ?
Cowok : Tentu Tidak!!Jangan pernah kau berpikiran seperti itu
Cewek : Apakah Kau mencintaiku ??
Cowok : Tentu !! Selamanya akan tetap begitu
Cewek : Apakah kau pernah selingkuh ??
Cowok : Tidak !! Aku tak akan pernah melakukan hal buruk itu
Cewek : Maukah kau menciumku ??
Cowok : Ya
Cewek : Sayangku.... ...
Sesudah 5 tahun nikah..... bacanya dibalik dari BAWAH ke ATAS
Senyum dikit bro...ujannya belum reda nih..
(sumber:kaskus)
Monday, November 7, 2011
Belum Berhaji Sudah Mabrur
kisah teladan Puisi dan Kata MutiaraIni kisah tentang Yu Timah. Siapakah dia? Yu Timah adalah tetangga kami. Dia salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang kini sudah berakhir. Empat kali menerima SLT selama satu tahun jumlah uang yang diterima Yu Timah dari pemerintah sebesar Rp 1,2 juta. Yu Timah adalah penerima SLT yang sebenarnya. Maka rumahnya berlantai tanah, berdinding anyaman bambu, tak punya sumur sendiri. Bahkan status tanah yang di tempati gubuk Yu Timah adalah bukan milik sendiri.
Usia Yu Timah sekitar lima puluhan, berbadan kurus dan tidak menikah. Barangkali karena kondisi tubuhnya yang kurus, sangat miskin, ditambah yatim sejak kecil, maka Yu Timah tidak menarik lelaki manapun. Jadilah Yu Timah perawan tua hingga kini. Dia sebatang kara. Dulu setelah remaja Yu Timah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta. Namun, seiring usianya yang terus meningkat, tenaga Yu Timah tidak laku di pasaran pembantu rumah tangga. Dia kembali ke kampung kami. Para tetangga bergotong royong membuatkan gubuk buat Yu Timah bersama emaknya yang sudah sangat renta. Gubuk itu didirikan di atas tanah tetangga yang bersedia menampung anak dan emak yang sangat miskin itu.
Meski hidupnya sangat miskin, Yu Timah ingin mandiri. Maka ia berjualan nasi bungkus. Pembeli tetapnya adalah para santri yang sedang mondok di pesantren kampung kami. Tentu hasilnya tak seberapa. Tapi Yu Timah bertahan. Dan nyatanya dia bisa hidup bertahun-tahun bersama emaknya. Setelah emaknya meninggal Yu Timah mengasuh seorang kemenakan. Dia biayai anak itu hingga tamat SD. Tapi ini zaman apa. Anak itu harus cari makan. Maka dia tersedot arus perdagangan pembantu rumah tangga dan lagi-lagi terdampar di Jakarta. Sudah empat tahun terakhir ini Yu Timah kembali hidup sebatang kara dan mencukupi kebutuhan hidupnya dengan berjualan nasi bungkus. Untung di kampung kami ada pesantren kecil. Para santrinya adalah anak-anak petani yang biasa makan nasi seperti yang dijual Yu Timah.
Kemarin Yu Timah datang ke rumah saya. Saya sudah mengira pasti dia mau bicara soal tabungan. Inilah hebatnya. Semiskin itu Yu Timah masih bisa menabung di bank perkreditan rakyat syariah di mana saya ikut jadi pengurus. Tapi Yu Timah tidak pernah mau datang ke kantor. Katanya, malu sebab dia orang miskin dan buta huruf. Dia menabung Rp 5.000 atau Rp 10 ribu setiap bulan. Namun setelah menjadi penerima SLT Yu Timah bisa setor tabungan hingga Rp 250 ribu. Dan sejak itu saya melihat Yu Timah memakai cincin emas. Yah, emas. Untuk orang seperti Yu Timah, setitik emas di jari adalah persoalan mengangkat harga diri. Saldo terakhir Yu Timah adalah Rp 650 ribu.
Yu Timah biasa duduk menjauh bila berhadapan dengan saya. Malah maunya bersimpuh di lantai, namun selalu saya cegah.
”Pak, saya mau mengambil tabungan,” kata Yu Timah dengan suaranya yang kecil.
”O, tentu bisa. Tapi ini hari Sabtu dan sudah sore. Bank kita sudah tutup.
Bagaimana bila Senin?”
”Senin juga tidak apa-apa. Saya tidak tergesa.”
”Mau ambil berapa?” tanya saya.
”Enam ratus ribu, Pak.”
”Kok banyak sekali. Untuk apa, Yu?”
Yu Timah tidak segera menjawab. Menunduk, sambil tersenyum malu-malu. ”Saya mau beli kambing kurban, Pak. Kalau enam ratus ribu saya tambahi dengan uang saya yang di tangan, cukup untuk beli satu kambing.”
Saya tahu Yu Timah amat menunggu tanggapan saya. Bahkan dia mengulangi kata-katanya karena saya masih diam. Karena lama tidak memberikan tanggapan, mungkin Yu Timah mengira saya tidak akan memberikan uang tabungannya. Padahal saya lama terdiam karena sangat terkesan oleh keinginan Yu Timah membeli kambing kurban.
”Iya, Yu. Senin besok uang Yu Timah akan diberikan sebesar enam ratus ribu. Tapi Yu, sebenarnya kamu tidak wajib berkurban. Yu Timah bahkan wajib menerima kurban dari saudara-saudara kita yang lebih berada. Jadi, apakah niat Yu Timah benar-benar sudah bulat hendak membeli kambing kurban?”
”Iya Pak. Saya sudah bulat. Saya benar-benar ingin berkurban. Selama ini memang saya hanya jadi penerima. Namun sekarang saya ingin jadi pemberi daging kurban.”
”Baik, Yu. Besok uang kamu akan saya ambilkan di bank kita.”
Wajah Yu Timah benderang. Senyumnya ceria. Matanya berbinar. Lalu minta diri, dan dengan langkah-langkah panjang Yu Timah pulang.
Setelah Yu Timah pergi, saya termangu sendiri. Kapankah Yu Timah mendengar, mengerti, menghayati, lalu menginternalisasi ajaran kurban yang ditinggalkan oleh Kanjeng Nabi Ibrahim? Mengapa orang yang sangat awam itu bisa punya keikhlasan demikian tinggi sehingga rela mengurbankan hampir seluruh hartanya? Pertanyaan ini muncul karena umumnya ibadah haji yang biayanya mahal itu tidak mengubah watak orangnya. Mungkin saya juga begitu. Ah, Yu Timah, saya jadi malu. Kamu yang belum naik haji, atau tidak akan pernah naik haji, namun kamu sudah jadi orang yang suka berkurban. Kamu sangat miskin, tapi uangmu tidak kaubelikan makanan, televisi, atau pakaian yang bagus. Uangmu malah kamu belikan kambing kurban. Ya, Yu Timah. Meski saya dilarang dokter makan daging kambing, tapi kali ini akan saya langgar. Saya ingin menikmati daging kambingmu yang sepertinya sudah berbau surga. Mudah-mudahan kamu mabrur sebelum kamu naik haji.
(Ahmad Tohari )
Sumber: Republika, Senin, 18 Desember 2006
Usia Yu Timah sekitar lima puluhan, berbadan kurus dan tidak menikah. Barangkali karena kondisi tubuhnya yang kurus, sangat miskin, ditambah yatim sejak kecil, maka Yu Timah tidak menarik lelaki manapun. Jadilah Yu Timah perawan tua hingga kini. Dia sebatang kara. Dulu setelah remaja Yu Timah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta. Namun, seiring usianya yang terus meningkat, tenaga Yu Timah tidak laku di pasaran pembantu rumah tangga. Dia kembali ke kampung kami. Para tetangga bergotong royong membuatkan gubuk buat Yu Timah bersama emaknya yang sudah sangat renta. Gubuk itu didirikan di atas tanah tetangga yang bersedia menampung anak dan emak yang sangat miskin itu.
Meski hidupnya sangat miskin, Yu Timah ingin mandiri. Maka ia berjualan nasi bungkus. Pembeli tetapnya adalah para santri yang sedang mondok di pesantren kampung kami. Tentu hasilnya tak seberapa. Tapi Yu Timah bertahan. Dan nyatanya dia bisa hidup bertahun-tahun bersama emaknya. Setelah emaknya meninggal Yu Timah mengasuh seorang kemenakan. Dia biayai anak itu hingga tamat SD. Tapi ini zaman apa. Anak itu harus cari makan. Maka dia tersedot arus perdagangan pembantu rumah tangga dan lagi-lagi terdampar di Jakarta. Sudah empat tahun terakhir ini Yu Timah kembali hidup sebatang kara dan mencukupi kebutuhan hidupnya dengan berjualan nasi bungkus. Untung di kampung kami ada pesantren kecil. Para santrinya adalah anak-anak petani yang biasa makan nasi seperti yang dijual Yu Timah.
Kemarin Yu Timah datang ke rumah saya. Saya sudah mengira pasti dia mau bicara soal tabungan. Inilah hebatnya. Semiskin itu Yu Timah masih bisa menabung di bank perkreditan rakyat syariah di mana saya ikut jadi pengurus. Tapi Yu Timah tidak pernah mau datang ke kantor. Katanya, malu sebab dia orang miskin dan buta huruf. Dia menabung Rp 5.000 atau Rp 10 ribu setiap bulan. Namun setelah menjadi penerima SLT Yu Timah bisa setor tabungan hingga Rp 250 ribu. Dan sejak itu saya melihat Yu Timah memakai cincin emas. Yah, emas. Untuk orang seperti Yu Timah, setitik emas di jari adalah persoalan mengangkat harga diri. Saldo terakhir Yu Timah adalah Rp 650 ribu.
Yu Timah biasa duduk menjauh bila berhadapan dengan saya. Malah maunya bersimpuh di lantai, namun selalu saya cegah.
”Pak, saya mau mengambil tabungan,” kata Yu Timah dengan suaranya yang kecil.
”O, tentu bisa. Tapi ini hari Sabtu dan sudah sore. Bank kita sudah tutup.
Bagaimana bila Senin?”
”Senin juga tidak apa-apa. Saya tidak tergesa.”
”Mau ambil berapa?” tanya saya.
”Enam ratus ribu, Pak.”
”Kok banyak sekali. Untuk apa, Yu?”
Yu Timah tidak segera menjawab. Menunduk, sambil tersenyum malu-malu. ”Saya mau beli kambing kurban, Pak. Kalau enam ratus ribu saya tambahi dengan uang saya yang di tangan, cukup untuk beli satu kambing.”
Saya tahu Yu Timah amat menunggu tanggapan saya. Bahkan dia mengulangi kata-katanya karena saya masih diam. Karena lama tidak memberikan tanggapan, mungkin Yu Timah mengira saya tidak akan memberikan uang tabungannya. Padahal saya lama terdiam karena sangat terkesan oleh keinginan Yu Timah membeli kambing kurban.
”Iya, Yu. Senin besok uang Yu Timah akan diberikan sebesar enam ratus ribu. Tapi Yu, sebenarnya kamu tidak wajib berkurban. Yu Timah bahkan wajib menerima kurban dari saudara-saudara kita yang lebih berada. Jadi, apakah niat Yu Timah benar-benar sudah bulat hendak membeli kambing kurban?”
”Iya Pak. Saya sudah bulat. Saya benar-benar ingin berkurban. Selama ini memang saya hanya jadi penerima. Namun sekarang saya ingin jadi pemberi daging kurban.”
”Baik, Yu. Besok uang kamu akan saya ambilkan di bank kita.”
Wajah Yu Timah benderang. Senyumnya ceria. Matanya berbinar. Lalu minta diri, dan dengan langkah-langkah panjang Yu Timah pulang.
Setelah Yu Timah pergi, saya termangu sendiri. Kapankah Yu Timah mendengar, mengerti, menghayati, lalu menginternalisasi ajaran kurban yang ditinggalkan oleh Kanjeng Nabi Ibrahim? Mengapa orang yang sangat awam itu bisa punya keikhlasan demikian tinggi sehingga rela mengurbankan hampir seluruh hartanya? Pertanyaan ini muncul karena umumnya ibadah haji yang biayanya mahal itu tidak mengubah watak orangnya. Mungkin saya juga begitu. Ah, Yu Timah, saya jadi malu. Kamu yang belum naik haji, atau tidak akan pernah naik haji, namun kamu sudah jadi orang yang suka berkurban. Kamu sangat miskin, tapi uangmu tidak kaubelikan makanan, televisi, atau pakaian yang bagus. Uangmu malah kamu belikan kambing kurban. Ya, Yu Timah. Meski saya dilarang dokter makan daging kambing, tapi kali ini akan saya langgar. Saya ingin menikmati daging kambingmu yang sepertinya sudah berbau surga. Mudah-mudahan kamu mabrur sebelum kamu naik haji.
(Ahmad Tohari )
Sumber: Republika, Senin, 18 Desember 2006
Sunday, October 9, 2011
Orang Berhasil
Puisi dan Kata MutiaraYang berhasil itu bukan orang pandai,
tapi orang yang kelihatan pandai.
Itu sebabnya, orang yang sudah pandai
harus belajar tampil pandai.
Banyak orang yang secara akademis pandai,
menolak belajar tampil baik,
karena menurutnya kepandaian akademis
adalah segalanya,
dan orang akan otomatis tahu
bahwa dia orang pandai.
Ternyata tidak begitu.
Orang pandai yang tidak kelihatan pandai,
tidak akan terpakai.
Karena, bagi masyarakat - kesan itu
bahkan lebih kuat daripada kenyataan.
Mario Teguh
tapi orang yang kelihatan pandai.
Itu sebabnya, orang yang sudah pandai
harus belajar tampil pandai.
Banyak orang yang secara akademis pandai,
menolak belajar tampil baik,
karena menurutnya kepandaian akademis
adalah segalanya,
dan orang akan otomatis tahu
bahwa dia orang pandai.
Ternyata tidak begitu.
Orang pandai yang tidak kelihatan pandai,
tidak akan terpakai.
Karena, bagi masyarakat - kesan itu
bahkan lebih kuat daripada kenyataan.
Mario Teguh
Subscribe to:
Posts (Atom)
Most Popular
-
Ok, saya mau sharing nih contoh ikrar syawalan bahasa jawa yang biasanya dibacain untuk ditirukan jamaah di sebuah kampung atau dusun s...
-
Kalau yang punya masalah dengan yang namanya sakit tenggorokan atau gangguan suara, mungkin solusi ini dapat membantu dan meringankan ...
-
gw harus bener-bener bilang WOW begitu melihat kejelitaan mereka di luar lapangan badminton. Betapa tidak, wajah yang selalu berkeringat da...
-
Untuk pengguna motor matik pasti ada beberapa masalah yang dihadapi misal perawatan, service pembersihan dan sebagainya. Tapi kalau motor ma...
-
kalau hal ini terjadi kepada Anda mungkin cara ini dapat membantu. Sebelumnya komputer jika sudah booting (setelah tombol power ditekan) ma...
-
Sekedar share aja nih.. Berikut adalah tips yang ane dapetin dari guru vokal dulu.. Yang pertama adalah Minum Air Putih sebelum berkumur pad...
-
Kalau Anda-Anda semua punya motor yang berbodi bongsor serta sebagian besar bodi tertutup plastik, maka perawatannya juga butuh dengan cara...
-
Pengalaman ini saya alami akhir-akhir ini yaitu Laptop Acer 4740 gak mau dicharge sampai penuh. Sampai-sampai frustasi karena paling full c...
-
Silahkan jawab pertanyaan berikut: 1. Kalo Circle-K & 7 Eleven itu buka 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan 12 bulan setahun,l...
-
Kalau makan semangka pasti seger banget rasanya.... tapi hati-hati yaa kalau punya tekanan darah rendah jangan banyak makan semangka ya........
Artikel Terpilih
-
Kalau yang punya masalah dengan yang namanya sakit tenggorokan atau gangguan suara, mungkin solusi ini dapat membantu dan meringankan ...
-
kalau hal ini terjadi kepada Anda mungkin cara ini dapat membantu. Sebelumnya komputer jika sudah booting (setelah tombol power ditekan) ma...
-
Ok, saya mau sharing nih contoh ikrar syawalan bahasa jawa yang biasanya dibacain untuk ditirukan jamaah di sebuah kampung atau dusun s...
-
Untuk pengguna motor matik pasti ada beberapa masalah yang dihadapi misal perawatan, service pembersihan dan sebagainya. Tapi kalau motor ma...
-
Pengalaman ini saya alami akhir-akhir ini yaitu Laptop Acer 4740 gak mau dicharge sampai penuh. Sampai-sampai frustasi karena paling full c...
-
Cybercrime sekarang ini memang bukan menjadi hal yang tabu lagi. Kriminalitas lewat dunia internet memang telah menjadi trend untuk mendapat...
-
Ni ada soal latihan buat persiapan ujian praktek khususnya jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Semoga aja masih pada sempet download ya se...
-
Cinta segitiga itulah yang sedang dirasakan oleh Tiga raksasa vendor software dunia itu. Pada tahun 2008 Microsoft berencana membeli Yahoo d...
-
Harvard - Salah satu hasil atau kesimpulan utama dari pertemuan belasan ‘petinggi’ ICT4Poverty di Harvard menyimpulkan bahwa ‘pendidikan’ me...
-
Pengertian Jaringan Pengertian LAN (Local Area Network) LAN adalah bentuk jaringan lokal yang jangkauannya sangat terbatas biasanya ...


