Tuesday, November 8, 2011

Sedikit Hiburan.... [jangan ditiru ya]

Sedikit Hiburan.... [jangan ditiru ya]

sedikit hiburan di pagi hari
Beda Sebelum dan Sesudah Menikah
buat yang belum baca.......sorry gan klo udh pernah dimuat

Sebelum Menikah ............ .
Cowok : Akhirnya aku sudah menunggu saat ini tiba sejak lama
Cewek : Apakah kau rela kalau aku pergi ?
Cowok : Tentu Tidak!!Jangan pernah kau berpikiran seperti itu
Cewek : Apakah Kau mencintaiku ??
Cowok : Tentu !! Selamanya akan tetap begitu
Cewek : Apakah kau pernah selingkuh ??
Cowok : Tidak !! Aku tak akan pernah melakukan hal buruk itu
Cewek : Maukah kau menciumku ??
Cowok : Ya
Cewek : Sayangku.... ...

Sesudah 5 tahun nikah..... bacanya dibalik dari BAWAH ke ATAS

Senyum dikit bro...ujannya belum reda nih..
(sumber:kaskus)

Monday, November 7, 2011

Belum Berhaji Sudah Mabrur

Belum Berhaji Sudah Mabrur

Ini kisah tentang Yu Timah. Siapakah dia? Yu Timah adalah tetangga kami. Dia salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang kini sudah berakhir. Empat kali menerima SLT selama satu tahun jumlah uang yang diterima Yu Timah dari pemerintah sebesar Rp 1,2 juta. Yu Timah adalah penerima SLT yang sebenarnya. Maka rumahnya berlantai tanah, berdinding anyaman bambu, tak punya sumur sendiri. Bahkan status tanah yang di tempati gubuk Yu Timah adalah bukan milik sendiri.

Usia Yu Timah sekitar lima puluhan, berbadan kurus dan tidak menikah. Barangkali karena kondisi tubuhnya yang kurus, sangat miskin, ditambah yatim sejak kecil, maka Yu Timah tidak menarik lelaki manapun. Jadilah Yu Timah perawan tua hingga kini. Dia sebatang kara. Dulu setelah remaja Yu Timah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta. Namun, seiring usianya yang terus meningkat, tenaga Yu Timah tidak laku di pasaran pembantu rumah tangga. Dia kembali ke kampung kami. Para tetangga bergotong royong membuatkan gubuk buat Yu Timah bersama emaknya yang sudah sangat renta. Gubuk itu didirikan di atas tanah tetangga yang bersedia menampung anak dan emak yang sangat miskin itu.

Meski hidupnya sangat miskin, Yu Timah ingin mandiri. Maka ia berjualan nasi bungkus. Pembeli tetapnya adalah para santri yang sedang mondok di pesantren kampung kami. Tentu hasilnya tak seberapa. Tapi Yu Timah bertahan. Dan nyatanya dia bisa hidup bertahun-tahun bersama emaknya. Setelah emaknya meninggal Yu Timah mengasuh seorang kemenakan. Dia biayai anak itu hingga tamat SD. Tapi ini zaman apa. Anak itu harus cari makan. Maka dia tersedot arus perdagangan pembantu rumah tangga dan lagi-lagi terdampar di Jakarta. Sudah empat tahun terakhir ini Yu Timah kembali hidup sebatang kara dan mencukupi kebutuhan hidupnya dengan berjualan nasi bungkus. Untung di kampung kami ada pesantren kecil. Para santrinya adalah anak-anak petani yang biasa makan nasi seperti yang dijual Yu Timah.

Kemarin Yu Timah datang ke rumah saya. Saya sudah mengira pasti dia mau bicara soal tabungan. Inilah hebatnya. Semiskin itu Yu Timah masih bisa menabung di bank perkreditan rakyat syariah di mana saya ikut jadi pengurus. Tapi Yu Timah tidak pernah mau datang ke kantor. Katanya, malu sebab dia orang miskin dan buta huruf. Dia menabung Rp 5.000 atau Rp 10 ribu setiap bulan. Namun setelah menjadi penerima SLT Yu Timah bisa setor tabungan hingga Rp 250 ribu. Dan sejak itu saya melihat Yu Timah memakai cincin emas. Yah, emas. Untuk orang seperti Yu Timah, setitik emas di jari adalah persoalan mengangkat harga diri. Saldo terakhir Yu Timah adalah Rp 650 ribu.

Yu Timah biasa duduk menjauh bila berhadapan dengan saya. Malah maunya bersimpuh di lantai, namun selalu saya cegah.
”Pak, saya mau mengambil tabungan,” kata Yu Timah dengan suaranya yang kecil.
”O, tentu bisa. Tapi ini hari Sabtu dan sudah sore. Bank kita sudah tutup.
Bagaimana bila Senin?”
”Senin juga tidak apa-apa. Saya tidak tergesa.”
”Mau ambil berapa?” tanya saya.
”Enam ratus ribu, Pak.”
”Kok banyak sekali. Untuk apa, Yu?”

Yu Timah tidak segera menjawab. Menunduk, sambil tersenyum malu-malu. ”Saya mau beli kambing kurban, Pak. Kalau enam ratus ribu saya tambahi dengan uang saya yang di tangan, cukup untuk beli satu kambing.”

Saya tahu Yu Timah amat menunggu tanggapan saya. Bahkan dia mengulangi kata-katanya karena saya masih diam. Karena lama tidak memberikan tanggapan, mungkin Yu Timah mengira saya tidak akan memberikan uang tabungannya. Padahal saya lama terdiam karena sangat terkesan oleh keinginan Yu Timah membeli kambing kurban.

”Iya, Yu. Senin besok uang Yu Timah akan diberikan sebesar enam ratus ribu. Tapi Yu, sebenarnya kamu tidak wajib berkurban. Yu Timah bahkan wajib menerima kurban dari saudara-saudara kita yang lebih berada. Jadi, apakah niat Yu Timah benar-benar sudah bulat hendak membeli kambing kurban?”

”Iya Pak. Saya sudah bulat. Saya benar-benar ingin berkurban. Selama ini memang saya hanya jadi penerima. Namun sekarang saya ingin jadi pemberi daging kurban.”

”Baik, Yu. Besok uang kamu akan saya ambilkan di bank kita.”
Wajah Yu Timah benderang. Senyumnya ceria. Matanya berbinar. Lalu minta diri, dan dengan langkah-langkah panjang Yu Timah pulang.

Setelah Yu Timah pergi, saya termangu sendiri. Kapankah Yu Timah mendengar, mengerti, menghayati, lalu menginternalisasi ajaran kurban yang ditinggalkan oleh Kanjeng Nabi Ibrahim? Mengapa orang yang sangat awam itu bisa punya keikhlasan demikian tinggi sehingga rela mengurbankan hampir seluruh hartanya? Pertanyaan ini muncul karena umumnya ibadah haji yang biayanya mahal itu tidak mengubah watak orangnya. Mungkin saya juga begitu. Ah, Yu Timah, saya jadi malu. Kamu yang belum naik haji, atau tidak akan pernah naik haji, namun kamu sudah jadi orang yang suka berkurban. Kamu sangat miskin, tapi uangmu tidak kaubelikan makanan, televisi, atau pakaian yang bagus. Uangmu malah kamu belikan kambing kurban. Ya, Yu Timah. Meski saya dilarang dokter makan daging kambing, tapi kali ini akan saya langgar. Saya ingin menikmati daging kambingmu yang sepertinya sudah berbau surga. Mudah-mudahan kamu mabrur sebelum kamu naik haji.

(Ahmad Tohari )
Sumber: Republika, Senin, 18 Desember 2006

Sunday, October 9, 2011

Orang Berhasil

Orang Berhasil

Yang berhasil itu bukan orang pandai,
tapi orang yang kelihatan pandai.

Itu sebabnya, orang yang sudah pandai
harus belajar tampil pandai.

Banyak orang yang secara akademis pandai,
menolak belajar tampil baik,
karena menurutnya kepandaian akademis
adalah segalanya,
dan orang akan otomatis tahu
bahwa dia orang pandai.

Ternyata tidak begitu.

Orang pandai yang tidak kelihatan pandai,
tidak akan terpakai.

Karena, bagi masyarakat - kesan itu
bahkan lebih kuat daripada kenyataan.

Mario Teguh
Menangis itu Baik

Menangis itu Baik

Tak akan ada satu tangisan pun yang akan membuat si penangis merasa sedih.
karena tangisan itu bukan sebuah kehinaan melainkan suatu luapan emosi yang paling mulia. Daripada kau meluapkan emosi dengan marah, lebih baik menangislah..

Nurfani Abdillah
Tak Ada yang Pasti

Tak Ada yang Pasti

Tak ada yang pasti di dunia ini.
Sederhana itu bukan berarti miskin, Mewah bukan berarti kaya, Menangis bukan berarti sedih, Tertawa bukan berarti senang..
hanya satu yang pasti yaitu rasa cintaku kepada Tuhan ku, kepada orang tuaku, dan kepada kekasihku kelak..
serta rasa sayangku kepada teman-temanku..



Nurfani Abdillah
Tips Menjaga Suara Tetap Bening, Bersih dan Jernih juga Merdu

Tips Menjaga Suara Tetap Bening, Bersih dan Jernih juga Merdu

Sekedar share aja nih..

Berikut adalah tips yang ane dapetin dari guru vokal dulu..

Yang pertama adalah Minum Air Putih sebelum berkumur pada saat bangun tidur
Ini sangat manjur loh gan, karena ane sendiri pernah ngalamin. Memang kalo yang belum biasa rasanya aneh gitu, tapi menyegarkan Gan... karena air liur basi (air liur bawaan tidur) itu sangat berguna untuk mengurangi rasa nyeri dan gatal pada tenggorokan. Jadi biasakan minum air putih gan biar suara itu tetep terjaga.


Nah yang kedua, untuk membuat suara kita jadi tambah kuat dan nyaring, disarankan untuk mengkonsumsi kuning telor ayam kampung+madu sebelum tidur beneran loh, ini pengalaman ane yang dikasih tau sama guru vokal ane.. jadi khasiat kuning telor ini banyak gan salah satunya yaitu tadi sebagai penyokong kekuatan suara apalagi ditambah madu tambah enak deh..

Dari sekian tips, kembali ke masing-masing pribadi ente.. Yang pasti ini tips cuma buat merawat, dan melegakan suara yang ada, dan bukan berarti merubah secara drastis karakter suara yang dimiliki. meskipun pada beberapa tipe orang dapat merubah karakter suaranya.

Selamat Mencoba..

Cara Mudah Menjaga Rambut Tetap Hitam dengan Teh Basi


Buat agan atau sista tentunya pengen dong awet muda... nah memiliki rambut yang hitam alami serta sehat adalah impian setiap kaum muda.. nah ane ada tips sederhana nih Gan..

Ya... Teh basi adalah jawabannya..
Apa sih teh basi itu??


Teh basi adalah teh yang dibuat kemarin.. atau lebih jelasnya misal kita bikin teh kemarin sore, nah keesokan paginya teh tersebut bisa dikatakan basi. Memang tidak ada perbedaan yang signifikan antara teh basi dengan teh biasa. Sama-sama teh akan tetapi teh basi biasanya lebih pekat gan..

Nah caranya gimana?
Cukup dengan menggunakan air teh basi tersebut layaknya keramas biasa, siram pada rambut dan diamkan kira-kira 15 sampai 30 menit, habis itu keramas deh. Niscaya rambut menjadi hitam dan terhambat pertumbuhan ubannya..

Selamat mencoba